Apa Beda Titanium dan Rhodium dalam Perhiasan Modern?

Tak mudah memilih perhiasan dengan logam yang tepat, apalagi ketika beda titanium dan rhodium masih samar di benak banyak orang. Padahal, keduanya punya karakter dan fungsi yang jauh berbeda dalam perhiasan modern.

Kali ini Kak Win akan bahas perbedaan titanium dan rhodium yang paling mendasar supaya kamu bisa memilih dengan lebih yakin.

Apa Itu Titanium?

Beda Bahan Titanium dan Rhodium

Sebelum membahas beda bahan rhodium dan titanium, mari kenalan dulu dengan si logam ringan ini. Titanium adalah logam yang punya bobot super enteng, sekitar 45% lebih ringan dari baja, tetapi kekuatannya hampir setara.

Makanya logam ini banyak dimanfaatkan di industri perhiasan sekaligus medis. Contohnya, titanium dipakai untuk implan tulang dan alat bedah karena tubuh manusia tak akan menolaknya.

Adapun yang membuat titanium istimewa adalah kombinasi sifatnya yang nyaris ideal. Logam ini ringan dan kuat, plus tahan karat serta korosi meski terkena keringat atau air laut berkali-kali.

Pasalnya, permukaan titanium langsung membentuk lapisan oksida pelindung begitu terpapar oksigen. Lapisan tipis ini menjadi tameng alami yang melawan karat.

Tambah lagi, titanium bersifat hypoallergenic alias aman untuk kulit sensitif yang rentan teriritasi.

Dari segi penampilan, titanium punya warna abu-abu perak alami yang elegan dan kekinian. Warna ini muncul dari struktur kristal logamnya sendiri, bukan dari cat atau lapisan tambahan. Alhasil, warna titanium tak akan luntur atau pudar seiring waktu.

Lantas, tipe perhiasan apa yang cocok menggunakan titanium? Logam ini menjadi andalan untuk bahan cincin pria berdesain maskulin, gelang sporty, ataupun perhiasan bertema minimalis. Cocok jika kamu sangat aktif dan tidak ingin repot merawat perhiasan.

Apa Itu Rhodium?

Bedanya Titanium dan Rhodium

Di sisi lain, rhodium adalah salah satu logam dari keluarga platina. Jadi begini, keluarga platina ini terdiri dari enam logam mulia yang punya sifat kimia mirip dan berada di kelompok yang sama dalam tabel periodik. Selain rhodium, ada platina, palladium, iridium, osmium, dan ruthenium.

Nah, rhodium sendiri merupakan yang paling langka sekaligus paling berkilau di antara keenam logam mulia tadi. Logam ini juga tahan korosi seperti titanium, tapi bedanya titanium dan rhodium ada pada fungsi utamanya di perhiasan.

Uniknya, rhodium hampir tak pernah menjadi bahan utama perhiasan. Kenapa begitu? Sebab harganya selangit karena kelangkaannya, dan teksturnya yang keras membuatnya sulit dibentuk menjadi cincin aksesoris atau gelang utuh.

Alhasil, rhodium lebih sering berperan sebagai lapisan tipis alias plating di atas logam lain seperti emas putih atau perak. Lapisan ini dikerjakan lewat proses electroplating yang melapisi permukaan logam dasar dengan ketebalan hanya beberapa mikron.

Rhodium plating ini memberi kilau putih cerah yang jauh lebih terang dan reflektif daripada logam dasarnya. Emas putih tanpa rhodium sebenarnya punya warna kekuningan pucat, tapi begitu dilapisi rhodium menjadi putih cemerlang seperti cermin.

Tak hanya itu, lapisan rhodium juga ini melindungi logam dasar dari goresan dan oksidasi.

Apa Beda Titanium dan Rhodium?

Apa Beda Titanium dan Rhodium

Setelah mengenal karakternya masing-masing, sekarang waktunya kamu bandingkan langsung. Apa beda bahan rhodium dan titanium sebenarnya? 

Yuk, kita kupas satu per satu.

1. Fungsi dalam Perhiasan

Ini perbedaan yang paling kentara. Titanium dipakai sebagai bahan utama perhiasan itu sendiri. Dengan kata lain, cincin titanium terbuat dari titanium solid, dari awal sampai akhir.

Sementara itu, rhodium hampir tak pernah menjadi bahan utama. Rhodium hanya menjadi lapisan tipis di permukaan logam lain seperti emas putih atau perak.

Jadi, beda rhodium dan titanium di sini adalah soal peran, di mana yang satu menjadi bahan utama, satunya sebagai pelapis yang membuat tampilan makin kinclong.

2. Ketahanan dan Perawatan

Titanium terkenal awet dan tangguh. Sekali kamu membeli perhiasan titanium, nyaris ada perawatan khusus yang perlu kamu lakukan. Mencuci dengan sabun lembut sesekali sudah cukup. Logam ini tidak akan berkarat, apalagi berubah warna dalam bertahun-tahun.

Lain halnya dengan rhodium plating. Lapisan rhodium ini amat tipis, hanya beberapa mikron. Alhasil, gesekan akibat aktivitas sehari-hari bisa menyebabkan aus dan pengelupasan pada lapisan ini.

Lantas, berapa lama rhodium plating sanggup bertahan? Tergantung intensitas pemakaian, walau umumnya perlu re-plating setiap 1-3 tahun supaya kilau putihnya senantiasa maksimal.

3. Berat dan Kenyamanan

Titanium punya densitas sekitar 4,5 gram per sentimeter kubik. Angka ini membuat cincin titanium berukuran standar hanya sekitar 3-5 gram bobotnya. Sangat ringan di jari, nyaris membuat kamu lupa sedang mengenakan cincin. Cocok untuk kamu yang aktif bergerak atau kurang suka sensasi berat di tangan.

Di sisi lain, rhodium plating tidak berpengaruh ke bobot perhiasan. Pasalnya, lapisannya terlalu tipis untuk menambah berat. Yang menentukan bobot perhiasan adalah bahan dasarnya.

Misalnya, emas putih 18 karat punya densitas sekitar 15 gram per sentimeter kubik. Jadi, berat cincin emas putih berukuran sama bisa mencapai 8-12 gram. Perak sedikit lebih ringan dengan densitas 10,5 gram per sentimeter kubik.

Kalau begitu, apa perbedaan titanium dan rhodium soal berat? Titanium sebagai bahan dasar jauh lebih ringan, sedangkan rhodium hanya berupa lapisan yang tidak mengubah bobot total.

4. Penampilan

Dari segi tampilan, keduanya punya daya tarik berbeda. Titanium memancarkan warna abu-abu perak alami yang terkesan modern dan understated. Tidak terlalu mencolok, sehingga cocok untuk gaya minimalis.

Sementara itu, rhodium plating menghasilkan kilau putih, hampir seperti cermin yang dipoles. Menariknya, kilau ini membuat perhiasan tampak lebih mewah dan eye-catching.

5. Harga

Soal harga, titanium jauh lebih terjangkau. Cincin titanium polos bisa kamu dapatkan mulai dari 200 ribu sampai 1 juta rupiah, tergantung desain dan merek. Pasalnya, titanium relatif berlimpah dan pengolahannya sudah makin efisien.

Rhodium sendiri merupakan logam paling langka di dunia dengan harga per gram yang bisa mencapai Rp5-10 juta rupiah, jauh lebih mahal dari emas atau platinum. Tapi tenang, karena hanya digunakan sebagai lapisan tipis, biaya rhodium plating rata-rata menambah sekitar Rp200-500 ribu per proses.

Nah, itulah beda titanium dan rhodium. Jadi, mana yang lebih unggul untuk perhiasan? Jawabannya tergantung kebutuhan kamu. Titanium disarankan jika kamu mencari material ringan dan tahan banting untuk pemakaian aktif, sedangkan rhodium ideal sebagai lapisan pelindung yang mengilap pada logam mulia.

Intinya, keduanya punya keunggulan masing-masing dan tidak ada yang betul-betul lebih baik. Tertarik membuat perhiasan custom sesuai lifestyle kamu berdasarkan bahan-bahan ini? Hubungi Winata Jewelry untuk konsultasi material sekaligus desain yang pas untukmu.