Batu permata bisa punya harga selangit karena luar biasa langka, warna memukau, kejernihan sempurna, juga permintaan kolektor yang terus melonjak. Namun, tidak semua batu paling mahal tergolong dalam kategori yang sama.
Kali ini Kak Win akan kupas tuntas batu-batu eksklusif tersebut beserta kisah di balik harganya yang fantastis.
1. Berlian Biru

Memulai daftar ini, berlian biru menjadi pilihan pertama yang layak disebut sebagai batu berlian paling mahal per karatnya. Pasalnya, warna biru intens yang muncul dari jejak boron dalam jumlah mikroskopis di dalam kristal berlian ini tergolong langka luar biasa.
Contoh yang paling prestisius adalah Oppenheimer Blue yang laku pada pelelangan di Christie’s Geneva pada 2016 seharga lebih dari USD 57 juta.
Kenapa harganya bisa setinggi itu? Selain karena kejernihan tingkat permata dan intensitas warna yang dalam, rekam jejak lelang internasional juga membuat cincin berlian biru ini menjadi incaran kolektor serius di seluruh dunia.
2. Berlian Merah

Nah, berlian merah ini masuk kategori batu paling mahal di dunia dengan tingkat kelangkaan yang super ekstrem. Seberapa langka? Konon, hanya sekitar 20-30 berlian merah murni yang pernah tercatat sepanjang sejarah, dengan harga per karat bisa tembus jutaan dolar AS.
Menariknya, warna merah intens ini bukan hasil dari unsur kimia tambahan seperti berlian biru tadi. Melainkan dari deformasi plastis pada struktur kisi kristalnya (semacam pergeseran atom internal) yang membelokkan cahaya menjadi warna merah.
Dengan begitu, wajar jika berlian merah menjadi rebutan para kolektor yang rela merogoh kocek demi kepemilikan eksklusif.
3. Jadeite (Giok Imperial)

Jadeite (giok imperial) punya tempat istimewa di hati kolektor berkat sejarah budayanya yang panjang. Khususnya di Tiongkok, di mana giok dianggap simbol kemurnian dan status sejak ribuan tahun lalu.
Lantas, batu giok paling mahal warna apa? Jawabannya adalah hijau imperial yang pekat sekaligus transparan. Contohnya, kalung jadeite “Hutton-Mdivani” yang dilelang Sotheby’s Hong Kong tahun 2014 laku seharga USD 27,4 juta.
Per karatanya, jadeite kelas atas bisa menyaingi bahkan mengalahkan berlian dalam hal harga. Alhasil, permintaannya tetap tinggi sekalipun pasokannya terbatas dari deposit Myanmar.
4. Ruby

Beralih ke ruby, batu merah menyala ini menjadi salah satu jenis batu paling mahal berkat warna merahnya yang intens dan timeless. Ruby terbaik berasal dari Myanmar, khususnya wilayah Mogok yang terkenal dengan rona “darah merpati” atau pigeon blood yang ikonik.
Contoh ruby yang legendaris adalah Sunrise Ruby seberat 25,59 karat yang laku USD 30,42 juta di lelang Sotheby’s Geneva tahun 2015. Tambah lagi, batu ini pernah menghiasi cincin termahal di dunia dalam kategori ruby.
5. Zamrud

Selanjutnya ada zamrud dengan warna khasnya yang sudah menjadi favorit bangsawan sejak zaman Cleopatra di Mesir Kuno sampai Kerajaan Mughal di India. Zamrud adalah salah satu nama batu paling mahal di dunia karena kejernihan dan ukuran besarnya yang langka.
Kualitasnya ditentukan lewat sistem grading yang berfokus pada intensitas warna hijau, transparansi, dan minim inklusi. Kolombia sendiri menjadi sumber terbaik yang menghasilkan warna hijau zamrud paling pekat.
Zamrud Kolombia bisa laku jutaan dolar per karat di lelang internasional, terutama jika lolos sertifikasi dari laboratorium ternama. Menariknya, zamrud juga dikenal sebagai salah satu batu kelahiran dengan nilai sentimental tinggi.
6. Alexandrite

Nah, alexandrite ini masuk kategori batu paling mahal dan langka dengan keunikan yang membuat mata takjub. Warnanya bisa berubah dari hijau kebiruan di bawah sinar matahari menjadi merah keunguan di bawah lampu pijar. Kok bisa?
Faktanya, struktur kristal kromiumnya menyerap spektrum cahaya secara berbeda tergantung sumbernya. Alexandrite asli berukuran besar dengan efek perubahan warna yang tajam hanya ditemukan di deposit tertentu seperti Rusia dan Brasil. Karena itu, pasokannya amat terbatas.
Sementara itu, batu berkualitas premium bisa menembus sekitar USD 15.000 per karat, bahkan lebih untuk spesimen museum.
7. Painite

Beralih ke painite, batu ini pernah tercatat dalam Guinness World Records sebagai batu paling langka di dunia pada era 1950-an hingga 2000-an awal. Waktu itu, hanya ada dua kristal painite yang diketahui keberadaannya di seluruh dunia.
Contoh pertama ditemukan oleh ahli mineral Inggris bernama Arthur C.D. Pain di Myanmar tahun 1951. Dan untuk puluhan tahun berikutnya, hanya segelintir spesimen tambahan yang muncul.
Menariknya, deposit utama painite memang tetap terpusat di Myanmar. Dengan tingkat kelangkaan seperti itu, harga per karatnya bisa mencapai puluhan ribu dolar AS untuk batu berkualitas permata.
8. Taaffeite

Setelah painite, ada satu lagi permata langka yang kisah penemuannya cukup unik, yakni taaffeite. Batu ini pertama kali teridentifikasi secara tak sengaja pada 1945. Kala itu, seorang ahli permata menyadari bahwa batu yang dijual sebagai spinel ternyata adalah jenis baru yang belum pernah tercatat.
Walaupun warna dominannya cenderung mauve atau lilac pucat, varian merah dan ungu pekat justru paling diburu kolektor karena tingkat kelangkaannya. Tambah lagi, sebagian besar taaffeite ditemukan dalam ukuran super kecil.
Batu di atas 1 karat saja sudah tergolong langka, apalagi yang melewati 2 karat. Alhasil, harga per karatnya bisa melonjak drastis untuk ukuran jumbo, mencapai sekitar USD 35.000 per karat.
9. Grandidierite

Permata biru-kehijauan ini pertama kali ditemukan pada 1902 di Madagaskar oleh mineralogist Prancis. Namanya sendiri diambil dari Alfred Grandidier, seorang penjelajah yang mengabdikan hidupnya untuk mempelajari sejarah alam pulau tersebut.
Yang membuat grandidierite istimewa adalah fenomena trichroism-nya. Jadi, batu ini bisa memantulkan warna biru, hijau, sampai tak berwarna tergantung sudut pandang. Meski sudah muncul juga di Sri Lanka, Malawi, dan Selandia Baru, batu berkualitas tinggi dengan transparansi sempurna masih menjadi barang langka.
Itulah kenapa harganya bisa mencapai USD 8.000-20.000 lebih per karat untuk grade terbaik. Sementara itu, varian tembus pandang sebagian biasanya dipoles menjadi cabochon dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong, antara USD 20-500 per karat.
10. Musgravite

Terakhir, musgravite menutup daftar ini sebagai salah satu jenis batu permata paling mahal yang nyatanya lebih jarang terdengar daripada grandidierite. Batu ini terbentuk jauh di perut bumi lewat tekanan dan panas ekstrem di dalam lingkungan metamorfik kaya berilium.
Alhasil, musgravite sering ditemukan bersama-sama safir atau spinel di deposit aluvial atau pegmatit, tapi yang berukuran kualitas permata nyaris mustahil didapatkan.
Harganya sendiri berkisar USD 6.000 hingga USD 35.000 per karat, tergantung kejernihan dan intensitas warna. Tak heran jika para kolektor hardcore rela berburu musgravite sampai ke ujung dunia.
Jadi, deretan batu paling mahal di dunia ini punya cerita uniknya masing-masing. Tertarik mengenakan cincin custom dengan salah satu batu eksklusif ini? Winata Jewelry siap membantu mewujudkan desain impianmu. Hubungi WhatsApp Kak Win sekarang untuk konsultasi pilihan batu desain yang cocok dengan selera dan bujetmu!

