Salah satu pos pengeluaran paling besar saat menikah adalah catering. Harga paket catering pernikahan memang mahal. Apalagi kalau undangannya ribuan.

Makanya, kita mesti bersiasat dalam membiayai catering pernikahan. Jangan sampai bujet pernikahan tersedot hampir seluruhnya ke catering. Atau malah ngutang hanya buat membayar ongkos makan para tamu undangan ini. Malah kalau bisa dapat untung dari amplop undangan.

Sebenarnya, ada banyak cara agar biaya pernikahan gak membengkak. Khusus di sektor catering, kita mesti berani mendobrak kelumrahan dalam resepsi pernikahan kalau mau ngirit. Berikut ini tips menghemat catering pernikahan.

1. Sesuaikan dengan budget

2. Kurangi nasi

Lihat deh pengalaman pribadi pas datang ke acara nikahan. Pasti ambil nasinya sedikit, entah itu nasi putih entah nasi goreng. Soalnya, orang-orang cenderung lebih suka makan gubukan. Makanan di gubukan umumnya gak sehari-hari dimakan. Beda dengan yang ada di tengah, seperti nasi, sop, ayam goreng, atau ikan.

Umpamanya paket dari pihak catering sebanyak 20 kilogram beras. Bisa kamu minta kurangi jadi 10 kilogram saja. Tapi, dengan kompensasi harga paket dikurangi, ya.

3. Fokus ke gubukan

Seperti dikatakan sebelumnya, orang-orang biasanya fokus ke gubukan. Kita juga harus sama. Gubukan menjadi kunci.

Biar ngirit, kurangi porsi menu di meja tengah. Misalnya harga paket tengah Rp2 juta, sedangkan gubukan Rp500 ribu per gubuk.

Jadikan Rp1 juta saja itu makanan tengah. Gubukan tetap Rp500 ribu gak apa-apa, asalkan sesuai dengan jumlah tamu. Tapi kalau bisa ditambah Rp100 ribu biar porsinya lebih banyak. Tamu biasanya lebih sering mengomentari makanan di gubukan ketimbang di tengah, apalagi kambing gulingnya. Bagaimana tidak? Baru masuk gedung aja langsung pada milih tempat di dekat gubukan daging kambing. Hayo, ngaku deh!

4. Cukup air putih

Ketimbang jor-joran pakai minuman bersoda buat sajian, mending banyakin air putih. Alasan utama, tentu karena lebih ngirit.

Lihat saja, harga minuman bersoda 1 liter bisa sama dengan harga air mineral 2 liter. Toh, keduanya sama-sama berfungsi meredakan dahaga. Selain itu, air putih lebih sehat ketimbang minuman bersoda. Para tamu, apalagi yang sudah sepuh, pastinya lebih milih air putih demi kesehatan. Setuju? *sambil megangin dompet.

5. Pakai porsian saja

Ini nih, tradisi dalam resepsi yang sangat ramah dompet. Di Solo, ada tradisi menghidangkan sajian resepsi secara porsian. Penyajian yang sering disebut dengan nama Piring Terbang ini lebih bisa diutak-atik bujetnya.

Namanya piring terbang karena makanan dihidangkan per piring, lalu disajikan satu per satu oleh pelayan. Konsepnya kayak di resto Barat, lho. Ada appetizer sampai pencuci mulut. Menunya biasanya:

  • Roti+korket/sosis solo dan teh manis anget
  • Sop ayam galantin
  • Nasi sambel goreng ati
  • Es buah

Sekarang komplet sudah. Murah meriah pula.

Bagaimanapun, pernikahan adalah acara sakral yang gak boleh dianggap remeh. Apalagi soal makanan. Para tamu kadang agak ribet mengomentari makanan kurang ini-itu.

Itu sebabnya, selain memastikan penghematan, kita mesti pastikan makanan itu enak disantap. Bukan asal murah.

Kalau mau lebih menghemat, kita bisa mengalihkan perhatian ke pos pengeluaran lain. Ke gedung, misalnya, cari yang murah tapi mantap. Begitu juga soal dekorasi pernikahan yang lebih efisien.

Yang jelas, selalu ada cara menikah murah. Tinggal kitanya, mau dan mampu atau tidak untuk melaksanakannya.