Konsultasikan Cincin Impianmu!

Emas (Aurum) adalah logam transisi (trivalent dan univalent) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, “malleable”(lunak) dan “ductile” (elastis). Logam emas banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan.

Karat system pengukuran tingkat kemurnian emas berdasarkan presentase berat emas murni yang terkandung dalam cincin atau perhiasan tersebut. Semakin tinggi presentase emas murni dalam suatu cincin atau perhiasan maka semakin lunak pula cincin tersebut dan sebaliknya.

Menurut SNI (Standar Nasional Indonesia), standar karat adalah sebagai berikut :

Karat kadar emas :

  • 24K = 99,00 – 99,99%
  • 23K = 94,80 – 98,89%
  • 22K = 90,60 – 94,79%
  • 21K = 86,50 – 90,59%
  • 20K = 82,30 – 86,49%
  • 19K = 78,20 – 82,29%
  • 18K = 75,40 – 78,19%

Penentuan karat pada cincin atau perhiasan pada umumnya seringkali terdapat perbedaan presentase kandungan emasnya antara daerah satu dengan daerah lainnya. untuk itu, Winata Jewelry menerapkan presentase sebagai istilah kadar dalam cincin emas yang diproduksi.

Untuk menguatkan sifat emas murni yang sangat lunak tersebut, Winata Jewelry mencampurkan logam selain emas (Perak, tembaga serta alloy) ke dalam proses pembuatan cincin sehingga cincin bersifat lebih keras dan mempunyai warna sesuai dengan yang diinginkan oleh kebanyakan customer. Adapun jenis emas dan kadar yang tersedia di Winata Jewelry adalah sebagai berikut :

1. Emas Putih

Emas Putih adalah perpaduan antara logam emas murni dan satu atau lebih logam lain yang berwarna putih seperti perak dan palladium. Campuran bahan yang diproduksi oleh Winata Jewelry adalah perak dan alloy. Yaitu perak sebagai penghasil warna emas yang lebih mendekati putih (kuning keputihan) dan alloy sebagai pengeras sehingga cincin yang dihasilkan tidak mudah penyok (tidak lunak). Winata Jewelry memproduksi cincin dalam berbagai pilihan kadar sebagai berikut :

  • Kadar 90%
  • Kadar 75%
  • Kadar 50%
  • Kadar 25%
  • Kadar 10%

2. Emas Kuning

Emas Kuning adalah perpaduan antara emas murni dengan logam tembaga. Fungsi logam dalam emas kuning adalah untuk menjadikan warna emas menjadi kuning kemerahan (Rosegold) sekaligus sebagai penguat/pengeras emas kuning tersebut sehingga cincin yang dihasilkan tidak mudah penyok (tidak lunak). Winata Jewelry memproduksi cincin emas kuning dalam tiga pilihan kadar sebagai berikut :

  • Kadar 90%
  • Kadar 75%
  • Kadar 50%

Nah winners, sudah taukan perbedaan antara emas putih dan emas kuning. Jangan lupa untuk beli cincin di Winata Jewelry ya!