Konsultasikan Cincin Impianmu!

Tradisi mengenakan cincin kawin sudah ada sejak masa lampau, tapi kapan persisnya tradisi ini dimulai tak seorangpun mengetahui. Hanya saja, para arkeolog percaya bahwa cincin kawin berasal dari zaman Mesir kuno, sekitar 4800 tahun silam.

Sebagian besar orang meyakini cincin kawin menjadi perlambang cinta, pengabdian, kepemilikan dan janji suci yang harus dipenuhi. Tradisi bertukar cincin sangat berakar dalam banyak budaya, khususnya dalam pesta perkawinan. Tapi tahukah kamu  jika ternyata cincin kawin tak hanya selalu identik sebagai simbol ikatan pernikahan saja, tetapi juga menyimpan beragam fakta unik di dalamnya. Nah, Kakwin jelasin ya Winners fakta mengenai cincin kawin.

Cincin Pernikahan harus Disematkan di Jari Tertentu

Cincin Kawin

Di beberapa negara seperti Inggris, Amerika, Perancis, dan Kanada, cincin pernikahan hanya boleh disematkan di jari manis tangan kiri. Masyarakat di empat negara tersebut percaya bahwa di jari manis tangan kiri laki-laki dan perempuan terdapat syaraf yang berhubungan langsung dengan hati. Dengan begitu, selamanya hati si pemilik jari akan dimiliki oleh yang menyematkan cincin ke jari manis tangan kirinya.

Hal sebaliknya justru berlaku di India, Norwegia, dan Jerman. Bagi masyarakat di tiga negara ini, cincin pernikahan haruslah disematkan di jari manis tangan kanan.

Cincin Sebagai Pengikat Pasangan

Cincin Kawin

Upacara pertunangan dan pernikahan mulai populer sejak masa perang dunia kedua. Sejak bertunangan, para pria wajib mengenakan cincin tersebut setiap hari. Keharusan ini berlaku sejak pria diwajibkan pergi ke medan perang. Cincin yang disematkan para pria ke jari perempuannya merupakan penanda bahwa mereka berkomitmen menikah setelah pulang dari medan perang nanti.

Fungsi Awal Cincin Pernikahan Bukan Sekadar Pengikat Pasangan

Cincin Kawin

Jika kini kita lebih memaknai cincin pernikahan dan cincin pertunangan sebagai simbol ikatan suci pernikahan ataupun tunangan, ternyata dahulu berbeda lho, Dear. Dulu, di awal keberadaannya, cincin bukan dimaksudkan sebagai simbol ikatan suci melainkan simbol kemapanan serta status sosial mempelai pria.

Tradisi bertukar cincin di pernikahan perak

Memang tak di seluruh daerah di dunia memiliki tradisi serupa. Namun di Rumania, ada tradisi menarik mengenai cincin kawin, di mana pada usia pernikahan perak (pernikahan pada tahun ke-25), pasangan suami istri tersebut akan kembali bertukar cincin pernikahan. Pada prosesi tukar cincin pada pernikahan perak untuk mengenang masa-masa pernikahan keduanya, kedua pasangan suami istri ini akan kembali melakukan tukar cincin, namun cincin yang digunakan merupakan cincin dengan material perak. Nah Winners, itulah beberapa fakta mengenai cincin kawin. Kamu juga bisa mendapatkan cincin impianmu di Winata Jewelry.