8 Cara Investasi Perhiasan Emas yang Cuan untuk Pemula

Emas masih jadi primadona investasi karena harganya terus merangkak naik dan berstatus sebagai “aset pelindung nilai”. Meski begitu, investasi perhiasan emas punya aturan mainnya sendiri supaya kamu benar-benar dapat untung, bukan malah buntung.

Nah, kali ini kak Win akan bongkar sepuluh cara investasi perhiasan emas yang realistis dan bisa langsung kamu terapkan.

1. Ketahui Tujuan dan Strategi Investasi

Investasi di Perhiasan Emas

Sebelum terjun, tanyakan dulu pada diri sendiri apa tujuan kamu investasi di perhiasan emas. Apakah sekadar proteksi aset dari inflasi, rencana jangka panjang untuk warisan anak-cucu, atau justru ingin cepat-cepat meraup keuntungan dalam hitungan bulan?

Jawaban ini yang akan menentukan jenis perhiasan yang harus kamu beli dan kapan waktu yang tepat untuk menjualnya. Jika kamu tidak punya target yang jelas, kamu bisa salah langkah dan malah rugi gara-gara terburu-buru menjual atau membeli model yang susah dilego kembali.

2. Pilih Kadar Emas dengan Bijak

Kadar Cincin Emas

Setelah tahu tujuanmu, waktunya menentukan kadar. Emas punya ukuran karat mulai dari 14K, 18K, 22K, sampai 24K. Semakin tinggi angkanya, semakin murni kandungan emasnya.

Masalahnya, emas 24K memang paling murni, namun terlalu lunak untuk dipakai sehari-hari. Karena itu, emas 18K jadi pilihan banyak orang lantaran cukup kuat sekaligus bernilai investasi tinggi.

Misalnya, cincin emas 1 suku dengan kadar 18K bisa kamu pakai hingga bertahun-tahun lamanya, di mana potensi untungnya pun masih bagus ketika kamu jual lagi.

3. Cek Sertifikat dan Keaslian

Sertifikat Perhiasan Emas

Sudah pilih kadar yang pas? Langkah ini jangan sampai terlewat, yaitu pastikan perhiasanmu dilengkapi sertifikat perhiasan emas dari laboratorium atau lembaga resmi yang diakui. Sertifikat ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kuat tentang kadar dan berat emas asli yang kamu beli.

Ketika nanti kamu mau jual lagi, sertifikat ini akan mempermudah penghitungan nilai scrap (nilai emas murni tanpa desain). Jika tidak ada sertifikat, siap-siap ditawar rendah atau justru dicurigai palsu.

Alhasil, investasi emas perhiasan rugi bukan karena harga emasnya turun, tapi gara-gara kamu tidak bisa membuktikan keasliannya. Meski begitu, kamu tetap harus tahu cara membedakan cincin emas asli dan palsu supaya tidak tertipu sertifikat abal-abal.

4. Cek Harga Emas Harian

Cara Investasi Emas Perhiasan untuk Pemula

Kemudian, kamu harus rajin pantau harga emas setiap hari. Pasalnya, nilai emas bergerak terus seperti kurs mata uang. Pagi bisa berbeda dengan sore, apalagi minggu depan.

Jadi, cara investasi emas perhiasan untuk pemula yang paling dasar adalah biasakan cek harga di situs resmi atau aplikasi jual-beli emas sebelum bertransaksi. Dengan begitu, kamu tahu kapan timing tepat untuk beli ketika harga sedang turun, atau kapan harus jual ketika harga sudah naik cukup jauh.

5. Pertimbangkan Biaya Pembuatan dan Spread Harga

Keuntungan Investasi Perhiasan Emas

Menariknya, ada biaya tersembunyi yang rupa-rupanya membuat keuntungan investasi perhiasan emas menipis, yaitu ongkos pembuatan alias making cost. Biaya ini bisa mencapai 10-30% dari harga emas. Tapi sayangnya, biaya ini tidak kembali lagi ketika kamu menjual perhiasan.

Dengan kata lain, toko hanya membayar harga emas murninya saja. Tambah lagi, perhatikan juga spread atau selisih antara harga beli dan jual di toko tersebut. Makin besar selisihnya, makin susah kamu untung.

Jadi, pilih toko yang transparan mengenai biaya dan menerapkan spread wajar agar margin keuntunganmu tidak habis dimakan ongkos.

6. Perhatikan Tren Desain dan Pasar

Investasi dengan Emas Perhiasan

Investasi dengan emas perhiasan tak sama dengan membeli emas batangan yang polos dan universal. Perhiasan punya unsur estetika, dan unsur ini berpengaruh besar sewaktu kamu akan menjual kembali.

Model yang terlalu unik atau ribet justru susah laku lantaran selera orang berbeda-beda. Sebaliknya, desain klasik atau minimalis yang timeless lebih sering dicari pembeli. Contohnya cincin polos atau kalung rantai sederhana.

Jadi, pilih desain yang tidak cepat basi supaya peluang terjual kembali dengan harga bagus senantiasa terbuka lebar.

7. Diversifikasi Portofolio

Cara Investasi Perhiasan Emas yang Benar

Cara investasi perhiasan emas yang benar itu bukan berarti kamu harus all-in membeli liontin atau gelang saja.

Perhiasan emas untuk investasi memang menarik karena bisa kamu pakai sekaligus jadi aset, tetapi risikonya tetap ada, mulai dari biaya pembuatan yang tidak balik modal sampai kesulitan likuiditas. Maka dari itu, seimbangkan dengan instrumen lain seperti emas batangan, emas digital, atau tabungan emas.

Dengan begitu, portofolio lebih aman dan kamu punya banyak pilihan likuid ketika butuh dana mendadak.

8. Simpan dengan Aman

Penyimpanan Emas

Terakhir, jangan anggap remeh soal penyimpanan. Sudah beli perhiasan mahal dengan kadar tinggi, masa kamu campakkan begitu saja di laci atau kotak? Risiko hilang atau rusak bisa mengintai.

Maka dari itu, investasikan juga di tempat penyimpanan yang layak seperti brankas rumah atau safe deposit box di bank. Walau ada biaya tambahan, tapi jauh lebih murah daripada kehilangan aset berharga. Nah, jika kamu memilih untuk memakai perhiasan itu sehari-hari, kamu wajib memakainya dengan hati-hati.

Misalnya, lepas perhiasan sebelum berolahraga atau aktivitas berat dan hindari benturan keras. Tak hanya itu, kamu juga perlu membersihkan perhiasan secara rutin agar investasi selalu aman dan nilainya terjaga dalam jangka panjang.

Itulah delapan strategi investasi perhiasan emas yang menjanjikan keuntungan. Dengan strategi yang benar, perhiasan kini tak lagi sekadar aksesori cantik tapi juga aset berharga.

Tertarik membuat perhiasan custom sekaligus berinvestasi? Yuk, konsultasi gratis dengan Winata Jewelry untuk merancang perhiasan impian yang bernilai jual tinggi!