Seiring naiknya harga emas, peredaran cincin emas imitasi di pasaran ikut meningkat. Meski tampak serupa, kalau tidak dicek keasliannya, risiko kerugian bisa membayangi. Kali ini Kak Win kupas tuntas cara membedakan cincin emas asli dan palsu yang bisa langsung kamu praktikkan.
Mengenal 4 Sifat Dasar Emas

Emas adalah logam dengan sifat kimiawi dan fisik yang cukup jelas. Jadi, dengan mempelajari sifat-sifat dasar emas lebih dulu, akan jauh lebih mudah membedakan cincin emas asli dan palsu di lapangan.
1. Massa Jenis dan Bobot
Emas lebih berat dibanding logam lain walau dengan ukuran yang sama. Misalnya, berat 1 cm³ emas sekitar 19,3 gram, jelas lebih padat daripada stainless steel atau logam campuran. Ketika digenggam, sensasi “berat” ini bisa menjadi petunjuk awal untuk memeriksa keaslian emas.
2. Kelenturan dan Kekuatan
Emas juga punya sifat lentur sehingga gampang dibentuk dan tidak menimbulkan retak. Jika tergores atau terbentur, permukaannya hanya menonjol. Di sisi lain, logam tiruan cenderung keras atau bisa mengelupas menjadi serbuk logam pada kasus yang sama.
3. Warna
Emas murni (24K) memperlihatkan kilau kuning hangat yang konsisten. Apabila bercampur dengan logam lain, seperti pada emas 18K atau 14K, warnanya cenderung sedikit lebih pucat. Sementara itu, logam berlapis emas atau imitasi justru terlalu terang dan terkesan artifisial.
4. Karat
Emas 24K adalah emas murni dengan warna kuning hangat dan sifat lentur tinggi. Emas 22K sedikit lebih keras karena ada campuran logam. Sementara emas 18K dan 14K mengandung persentase emas lebih rendah, karena itu warnanya lebih pucat dan teksturnya lebih keras.
3 Cara Membedakan Cincin Emas Asli atau Palsu

Setelah memahami empat sifat dasar tadi, kamu pun siap melakukan pengecekan keaslian cincin emas.
Ini dia tiga cara membedakan emas asli dan palsu pada cincin yang bisa kamu coba supaya investasi perhiasan emas tidak merugi:
Secara Manual
Sejujurnya, setengah dari cincin emas bisa kamu pilah-pilah mana yang asli dan palsu hanya berbekal pengamatan mata. Tidak usah pusing, cara membedakan cincin emas asli dan palsu secara manual cukup dengan memeriksa keempat hal ini saja:
1. Cek Warna Cincin
Cincin emas asli menampilkan kilau kuning hangat, tidak mencolok, dan warnanya merata. Sebaliknya, emas tiruan justru terlalu kuning dan artifisial. Untuk emas berlapis, bagian tepi atau sisi dalamnya kerap tampak mengelupas.
2. Periksa Cap atau Ukiran Kadar Emas
Selain itu, pada cincin juga harus ada kode yang jelas, misalnya 14K, 18K, 750, atau 585. Jika capnya buram, posisinya aneh, atau hanya bertuliskan “gold”, hampir pasti itu cincin emas palsu.
3. Cek Area yang Mudah Aus
Kemudian, amati bagian yang sering bersentuhan dengan kulit, seperti sambungan atau bagian dalam cincin. Di sinilah tanda-tanda keaslian paling terlihat. Apabila warnanya mulai memudar dan muncul rona keperakan, abu-abu, atau tembaga, itu jelas emas berlapis.
4. Cek Kilap dan Tekstur Permukaan
Emas memantulkan cahaya dengan lembut. Jadi, ada nuansa “mewah”, tetapi tidak “norak”. Sementara emas plating atau imitasi justru terlalu mencolok. Tak jarang ada juga yang menyerupai kilap plastik.
Dengan Tes Sederhana
Ini langkah berikutnya untuk cara membedakan cincin emas asli dan palsu jika pengamatan mata masih membuatmu bimbang. Cara membedakan cincin emas asli dan palsu tanpa alat ini minim risiko merusak cincin emas, jadi kamu tidak usah was-was.
1. Tes Magnet
Emas asli tidak akan menempel pada magnet. Jika menempel, 90% kemungkinan itu cincin palsu atau hanya berlapis emas. Kamu bisa menggunakan magnet dari kulkas di rumah untuk mengujinya.
2. Tes Berat
Coba angkat dua cincin dengan ukuran yang sama. Emas asli jelas terasa lebih berat. Hanya dengan merasakannya di tangan, kamu sudah bisa membedakan mana yang asli dan mana yang imitasi.
3. Tes Gores
Kemudian, kamu juga bisa memanfaatkan ubin keramik di rumah. Gesekkan cincin emas perlahan. Jika asli, akan tertinggal bekas emas. Kalau emas berlapis, bekasnya hitam atau abu-abu. Hati-hati, jangan menggores terlalu kuat supaya cincin tetap aman.
4. Tes Air
Teteskan satu butir air di atas permukaan cincin. Pada emas asli, air akan membentuk tetesan bulat dan menggumpal karena permukaannya kuat menahan tegangan. Di sisi lain, cincin imitasi cenderung membuat air menyebar atau menetes jatuh.
Menggunakan Alat
Adapun cara membedakan cincin emas asli dan palsu ini khusus untuk profesional. Tidak mudah ditiru di rumah, tapi jika ingin memastikan keaslian cincin emas dengan aman, inilah prosedur standar yang dipakai ahli untuk mengetahui perbedaan cincin emas asli dan palsu.
1. Analisis XRF
Secara instan memeriksa komposisi logam cincin. Kamu bisa mengetahui kadar emas dan campuran logam. Tak heran jika cara ini sangat efektif untuk menyaring emas palsu. Analisis XRF sendiri banyak digunakan di toko perhiasan dan laboratorium.
2. Uji Asam Nitrat
Menggunakan setetes asam nitrat pada permukaan cincin untuk memeriksa reaksi. Emas asli tidak bereaksi, sedangkan logam campuran akan berubah warna. Tapi, jangan dicoba di rumah karena berisiko merusak perhiasan.
3. Tes Massa Jenis
Dengan menghitung berat dan volume emas, kamu bisa memperkirakan kadar emasnya. Perlu perhitungan akurat, tapi ini adalah metode fisika dasar untuk memeriksa keaslian emas.
4. Alat Pengukur Karat
Dapat memastikan kadar emas dengan akurat, mulai dari 14K hingga 22K. Sangat disarankan untuk memeriksa ulang di toko setelah pembelian online agar lebih aman.
Tips Aman Beli Cincin Emas

Yang paling penting ketika membeli cincin emas adalah memastikan transaksi tersebut bisa dipercaya. Sebelum memikirkan harga atau desain, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan lebih dulu:
1. Minta Bukti Pembelian
Seperti sertifikat perhiasan emas dan nota. Jika tidak ada nanti akan merepotkan sewaktu refund, resize, atau menjual kembali. Selalu tanyakan ketersediaan dokumen-dokumen pendukung.
2. Cek Reputasi Toko
Tiga kriteria toko emas yang dapat dipercaya adalah:
- Sudah berdiri setidaknya lebih dari 5 tahun.
- Produknya berasal dari penyuling terkenal atau toko resmi brand.
- Punya kebijakan purna jual, penyesuaian ukuran cincin, dan buyback yang jelas.
3. Periksa Perubahan Kadar Emas ketika Resize
Pada cincin murah, resizing bisa memengaruhi kandungan emasnya. Karena itu, sebaiknya tanyakan sebelumnya apakah kadar emas bisa dikonfirmasi kembali setelah resize.
4. Cek Kebijakan Purna Jual, Resize, dan Buyback
Terakhir, konfirmasi apakah biaya perbaikan cincin gratis atau berbayar jika terjadi perubahan bentuk. Cek juga batas kemampuan resize. Dan untuk buyback, pastikan mengikuti harga pasar yang wajar.
Itu dia tiga cara membedakan cincin emas asli dan palsu. Dengan mencoba beberapa di antaranya, kamu juga bisa membeli cincin emas dengan aman.
Mau cincin emas yang terjamin asli dan pas untukmu? Tak perlu pusing sendirian. Winata Jewelry siap membuat cincin custom sesuai bentuk tangan, ukuran, dan style kamu. Konsultasinya gratis, dan semua proses dari desain hingga produksi akan dijelaskan dengan lengkap. Yuk, langsung saja hubungi Kak Win!

