Ketika membicarakan soal persiapan pernikahan, lamaran selalu termasuk ke dalamnya. Hanya saja, masih banyak orang yang belum tahu soal apa itu lamaran. Tidak sedikit dari mereka yang menganggapnya sama dengan tunangan. Padahal, keduanya adalah dua hal berbeda, dari rencana hingga prosesi.
Namun, kamu tidak perlu khawatir jika belum tahu acara lamaran itu seperti apa. Temukan pengertian, persiapan, hingga prosesi lamaran pernikahan, termasuk penjelasan tentang perbedaannya dengan pertunangan.
Pengertian Lamaran & Bedanya dengan Tunangan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari apa yang dimaksud dengan lamaran. Jika melihat dari definisinya, lamaran adalah pinangan.[1] Pinangan merupakan saat di mana kamu meminta pasangan untuk menikah dan melanjutkan lembaran hidup yang berikutnya bersama-sama.
Karena sama-sama dilakukan oleh pasangan sebelum menikah, banyak orang menganggap bahwa lamaran dan tunangan adalah hal yang sama. Tapi ternyata, ada perbedaan tunangan dan lamaran signifikan, lho.
Jika lamaran lebih merujuk ke ajakan untuk menikah, maka tunangan adalah simbol ikatan cinta. Secara garis besar, tata cara tunangan adalah adalah tukar cincin. Jika pada lamaran hanya pihak pria saja yang memberikan cincin pada wanita, maka pada tunangan, kedua pihak akan melakukan tukar cincin.
Lalu kira-kira, tunangan dulu atau lamaran dulu? Umumnya kamu harus melakukan lamaran dulu. Jika pasangan dan keluarga pasanganmu setuju dengan pernikahan, maka langkah selanjutnya adalah acara pertunangan.
Apakah lamaran itu wajib atau tidak? Jawabannya adalah tidak. Lamaran tidak wajib, tapi sangat dianjurkan karena punya maksud yang baik. Dengan adanya lamaran, maka semua orang yang terlibat di dalam pernikahan telah memberi consent atau persetujuan.
Persiapan Lamaran

Sebelum kamu memutuskan untuk melamar pasangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selain memahami apa itu lamaran, yaitu:
1. Siapkan Mental dan Finansial
Sebagai langkah pertama, kamu harus mempersiapkan mental dan finansial. Pastikan kamu sudah siap secara mental untuk menjadi suami dan mengajak pasanganmu hidup bersama di masa depan. Kondisi finansial juga sangat berpengaruh karena setelah menikah kamu akan bertanggung jawab pada istrimu.
2. Beli Cincin Lamaran
Jika sudah benar-benar siap, maka langkah selanjutnya adalah membeli cincin lamaran. Hal ini karena menurut tradisi, lamaran sering kali disimbolkan dengan cincin. Tradisi ini sudah ada sejak era Mesir Kuno, mengingat cincin menggambarkan cinta abadi karena lingkaran tidak memiliki akhir.[2]
Cincin tersebut bisa kamu temukan di Winata Jewelry. Kamu hanya tinggal memberi tahu kami cincin impianmu seperti apa dan bagaimana desainnya. Cari tahu juga ukuran jari manis pasanganmu agar cincinnya tepat. Jika kamu bingung memilih desain, bisa cek katalog cincin kami.
Penting untuk kamu catat jika cincin lamaran dan tunangan itu tak sama. Selain diberikan di acara yang berbeda, beda cincin tunangan dan lamaran juga terlihat dari jumlahnya. Jika cincin lamaran hanya ada satu, cincin tunangan ada dua. Cincin tunangan ini juga bisa kamu temukan di Winata Jewelry.
3. Rencanakan Cara Melamar Paling Romantis
Ketika sudah memiliki cincin, maka langkah selanjutnya adalah mencari cara melamar pasangan paling romantis.
Ada banyak ide yang bisa kamu coba eksplorasi, seperti:
- Mengajak pasangan ke candle light dinner dan memberikan cincin setelah makan malam.
- Mengajak pasangan ke tempat date pertama dan ajak menikah di sana.
- Memberikan photobook yang berisi foto dan tulisan soal kisah kasih kalian berdua. Lalu, pada akhir halaman, kamu bisa menyematkan cincinnya.
- Coba permainan scavenger hunt atau pencarian harta karun. Berikan petunjuk yang berakhir pada kotak cincin atau pada dirimu yang sedang memegang cincin.
- Ajak pasangan bermain crossword puzzle yang kamu buat sendiri. Pada salah satunya, kamu bisa menulis “Marry me” atau kata-kata romantis lain.
- Ajak piknik di taman, lalu selipkan kotak cincin di dalam keranjang piknik.
4. Persiapkan Barang Bawaan untuk Lamaran
Jika pasanganmu menjawab “iya” dan setuju untuk menikah denganmu, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan barang bawaannya.
Lalu, apa saja yang dibawa saat lamaran?
Sebenarnya, hal ini akan berbeda tergantung budaya dan tradisi di daerah setiap orang.
Kebanyakan budaya biasanya akan melibatkan kue tradisional. Misalnya pada budaya Jawa, keluarga pria akan membawa kue jenang, wajik, klepon, dan kue lapis. Pada budaya Sunda, biasanya membawa dodol, uli, dan lemper. Lalu pada tradisi Tionghoa, kamu bisa membawa kue bulan, kue keranjang, dan lain-lain.
Prosesi Lamaran

Setelah semua tahap persiapan selesai, langkah selanjutnya adalah prosesinya. Kamu memang sudah melakukannya langsung ke pasangan dan pasanganmu sudah setuju untuk menikah. Tapi, jika melihat pada tradisi, lamaran baru resmi ketika kedua keluarga bertemu di satu tempat.
Biasanya, keluarga pria yang akan datang ke rumah keluarga wanita untuk melamar.
Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa hal yang akan kamu lakukan:
1. Menyampaikan Maksud dan Tujuan
Ketika kedua keluarga bertemu, perwakilan keluarga pihak pria akan menyampaikan maksud dan tujuan mereka datang ke rumah keluarga wanita. Tujuannya adalah untuk meminang anak mereka. Lalu, perwakilan keluarga wanita bisa memutuskan untuk menerima atau menolak lamaran tersebut.
2. Tukar Cincin
Pada beberapa kasus, kamu bisa melakukan lamaran dan tunangan di hari yang sama. Setelah selesai menyampaikan maksud dan tujuan, kamu bisa langsung melangkah ke jenjang tunangan dengan cara tukar cincin. Tapi, beberapa pasangan lain ada yang memilih melakukan acara tunangan di hari lain.
3. Menentukan Tanggal Pernikahan
Terakhir, kedua keluarga akan berdiskusi untuk menentukan hari dan tanggal pernikahan. Jika kamu ingin tahu berapa jarak lamaran ke pernikahan, jaraknya akan ditentukan sesuai kesepakatan. Tapi, kebanyakan orang memberi jarak 3-12 bulan. Namun, ada yang lebih singkat dan lebih lama.
Selama menunggu, kamu bisa mulai mempersiapkan hal-hal yang akan dibutuhkan saat pernikahan.
Contoh persiapannya pun cukup banyak, mulai dari:
- Tentukan bujet dan konsep.
- Pilih venue, pastikan selaras dengan konsep yang kamu pilih.
- Tentukan jumlah undangan dan siapa saja yang akan kamu undang.
- Pilih wedding vendor yang aman dan tepercaya.
- Buat janji dengan wedding vendor dan pilih paket pernikahan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
- Pilih gaun dan setelah pengantin, lengkap dengan makeup. Jangan lupa lakukan fitting untuk memastikan bajunya pas.
- Cari fotografer dan videografer yang akan bertanggung jawab untuk dokumentasi.
- Cari toko bunga jika ingin dekorasi lebih meriah.
- Buat undangan.
- Pilih tanda terima kasih untuk undangan.
- Cari MC dan pengisi acara untuk hiburan.
- Cari tempat catering, jangan lupa melakukan sesi cicip makanannya.
- Pilih cincin nikah impian.
Mengingat apa itu lamaran, jaraknya memang dekat ke pernikahan. Jadi, kamu harus mulai bersiap dengan membeli cincin impian di Winata Jewelry. Booking juga wedding vendor tepercaya melalui Instagram kami. Hubungi Winata Jewelry melalui WhatsApp untuk pemesanan dan mendapat informasi tambahan!

