Sudah jadi rahasia umum jika pernikahan adalah hari yang sakral bagi pengantin. Beberapa dari kamu mungkin hanya mengalaminya sekali seumur hidup. Jadi, semuanya harus lancar dan sempurna, dari awal sampai akhir acara. Hal ini hanya bisa terlaksana jika persiapan pernikahan matang.
Untuk mewujudkan hari pernikahan yang sempurna, kamu memang perlu menyiapkannya dari jauh-jauh hari. Idealnya, minimal 6-9 bulan sebelum hari-H. Tapi, bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung kesiapan. Ada yang bisa menyelesaikannya dalam 3-4 bulan dan ada yang baru selesai setelah 2 tahun.
Selama masa tersebut, kamu bisa mulai mencicil persiapan pernikahan. Agar prosesnya terasa semakin mudah, coba cek checklist persiapan pernikahan untuk pria dan wanita secara lengkap di sini!
Checklist Persiapan Pernikahan untuk Calon Pengantin Pria

Ada beberapa persiapan pernikahan pihak pria yang wajib kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk menikahi pasangan. Salah satu yang paling krusial adalah kesiapan mental dan finansial. Tanyakan pada diri sendiri apakah siap mengajak orang lain hidup bersama, jika bisa sampai akhir hayat.
Jika jawabannya iya, maka kamu bisa mulai melakukan beberapa langkah persiapan berikutnya, yaitu:
1. Menyiapkan Acara dan Cincin Lamaran
Jika menilik dari kacamata tradisional, lamaran hampir selalu dilakukan oleh pihak pria. Hal ini bahkan masih berlaku hingga era modern seperti sekarang. Survey membuktikan hanya ada 2% wanita heteroseksual yang melamar pacar pria mereka.[1]
Jika kamu juga berpikir demikian, maka tanggung jawab persiapan acara lamaran ada di tanganmu. Kamu bisa memilih venue, cara atau metode lamaran, hingga cincinnya.
Lalu, apa itu lamaran? Singkatnya, lamaran adalah pinangan atau mengajak pasangan untuk menikah.[2] Caranya pun sangat variatif dan beragam. Ada yang modern, tapi tidak sedikit juga orang yang memilih cara tradisional.
Kebanyakan anak muda sekarang melakukan lamaran modern ala Barat. Contohnya seperti dengan berlutut sambil membuka box cincin, mengajak makan malam romantis, dan lain-lain. Beberapa orang lain memilih melamar pasangan dengan lamaran adat Jawa, Sunda, Batak, dan seterusnya.
2. Meminta Restu Keluarga Wanita
Jika pasangan kamu sudah setuju untuk menikahimu, maka langkah berikutnya adalah meminta restu dari keluarga pihak wanita. Hal ini karena pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan saja, tapi juga menyatukan dua keluarga.
Untuk Muslim, langkah ini termasuk persiapan pernikahan dalam Islam yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini karena restu orang tua bisa membuat pernikahan semakin berkah.
Checklist Persiapan Pernikahan untuk Calon Pengantin Wanita

Selain dari pihak pria, persiapan pernikahan pihak wanita juga tidak boleh dilupakan. Hal pertama yang harus kamu lakukan pastinya sama dengan pria, yaitu mempersiapkan finansial dan mental. Jika sudah siap, maka kamu bisa menyiapkan hal-hal berikut!
1. Menyambut Keluarga Calon Pengantin Pria
Pada saat keluarga calon pengantin pria datang ke rumah untuk meminta restu orang tua, kamu bisa ikut menyambut mereka. Jika melihat dari tradisi, kamu perlu menyiapkan makanan atau kudapan untuk pihak keluarga pria. Pastikan juga kamu berdandan dengan rapi saat kedua keluarga berdiskusi.
2. Menyiapkan Acara Tunangan
Karena pihak pria sudah menyiapkan acara lamaran, kamu pun bisa mengambil peran dan menyiapkan acara tunangan. Lalu, apa perbedaan lamaran dan tunangan? Lamaran adalah momen ketika pasanganmu meminta untuk menikah denganmu dan datang ke rumah untuk meminta restu.
Sedangkan tunangan adalah acara yang lebih personal. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa kamu dan pasangan berkomitmen pada satu sama lain hingga hari pernikahan. Biasanya berupa acara kecil yang dihadiri oleh dua keluarga dan teman dekat dan disimbolkan dengan tukar cincin.
Checklist Persiapan Pernikahan Bersama

Kamu juga perlu mengecek list persiapan pernikahan yang perlu dilakukan bersama-sama dengan pasangan, yaitu:
1. Tentukan Tanggal dan Konsep Pernikahan
Pada umumnya, kamu akan membicarakan tanggal dan konsep pernikahan saat acara lamaran. Tapi, tidak sedikit pasangan yang mendiskusikannya sendiri setelah tunangan. Pastikan waktunya tidak terlalu mepet karena ada banyak hal yang harus disiapkan.
Pada penjelasan di atas, kamu pasti sudah punya gambaran soal berapa lama persiapan pernikahan, yaitu antara 3 bulan sampai 2 tahun. Acara lamaran dan tunangan saja bisa menghabiskan waktu 1-3 bulan. Jadi, idealnya kamu bisa memberi jarak antara 3-6 bulan setelah acara tunangan.
Untuk konsep, pastikan sesuai dengan bujet. Misalnya, jika kamu punya budget terbatas, maka bisa memilih konsep intimate wedding. Pilihan lainnya adalah outdoor wedding, monochrome wedding, dan konsep-konsep unik lain.
2. Pesan Cincin dan Mahar
Jika pihak pria yang memilih cincin lamaran dan wanita yang memilih cincin tunangan, maka kalian berdua bisa sama-sama menentukan cincin pernikahan. Pastikan desain dan bentuknya sesuai dengan selera. Hal ini karena cincin inilah yang akan paling sering dipakai di kehidupan sehari-hari nantinya.
Selain cincin, diskusikan juga soal mahar jika kamu adalah pengantin Muslim. Untuk pengantin pria, tanyakan pada calon pengantin wanita mahar apa yang mereka inginkan. Untuk pengantin wanita, tanyakan pada calon pengantin pria apakah dia sanggup untuk memenuhi maharnya.
3. Screening Kesehatan
Selanjutnya, jangan lupa untuk mengecek kesehatan. Hal ini karena kamu wajib melakukan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) untuk wanita sebagai syarat menikah. Dengan cara ini, kamu juga bisa mengetahui kondisi kesehatan pasangan sebelum menikahi mereka.
4. Siapkan Dokumen Pernikahan
Sebagai persiapan pernikahan di KUA, kamu juga perlu memenuhi beberapa syarat dokumen tertentu, yaitu:
- KTP dan Kartu Keluarga (fotokopi).
- Akta kelahiran dan ijazah terakhir (fotokopi).
- Formulir model N1, N2, N3, N4, N5, N6, dan N7. Semuanya bisa kamu dapatkan di KUA, lalu diisi dan ditanda tangani oleh pihak yang bersangkutan.
- KTP wali dan 2 orang saksi (fotokopi).
- Kutipan Akta Nikah orang tua calon mempelai wanita (fotokopi).
- Foto background biru ukuran 4×6 (1 lembar), 3×4 (5 lembar), dan 2×3 (5 lembar). Gunakan pakaian rapi, seperti jilbab dan kopiah.
- Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) bagi calon pengantin wanita.
- Deskripsi mas kawin.
- Surat keterangan belum kawin dari desa atau kelurahan.
- Surat pernyataan status gadis/janda dan perjaka/duda dengan materai Rp10.000.
- Jika status janda/duda, perlu akta cerai atau akta kematian pasangan lama.
- Jika poligami, perlu surat izin dari Pengadilan Agama.
- Materai 10.000 (3 lembar).
5. Pilih Wedding Vendor Tepercaya
Terakhir, kamu bisa memilih wedding vendor atau wedding organization (WO) terpercaya. Mereka yang akan mengurus kebutuhan pernikahanmu nantinya.
Khusus untuk yang mau mengurusnya sendiri, pastikan kamu punya list persiapan pernikahan tanpa WO berikut ini!
- Buat daftar tamu, lengkap dengan undangannya.
- Pilih gedung atau venue, lengkap dengan dekorasinya.
- Cari fotografer, videografer, band atau penyanyi, MC, dan hiburan lain.
- Beli atau sewa pakaian pernikahan, lengkap dengan MUA.
- Pilih bunga dan dekorasi lainnya.
- Cari pembuat kue pengantin dan catering.
- Pilih gift atau hadiah untuk undangan.
Jika tidak ingin ribet, kamu bisa mengecek Instagram Winata Jewelry dan menggunakan layanan wedding vendor di sini. Tujuannya agar semua persiapan pernikahan makin matang. Kamu juga bisa memesan cincin di Winata Jewelry. Jadi, jangan ragu untuk hubungi kami via WhatsApp sekarang juga!

